Sunday, December 5, 2021
Google search engine
HomeNewsNASA Jelajahi Ide Reaktor Nuklir di Bulan

NASA Jelajahi Ide Reaktor Nuklir di Bulan


Dimungkinkan untuk melihat kepenuhan bulan melalui bayangannya, yang terlihat di Kansas City, Mo., pada 19 November 2021. Gerhana bulan parsial ini terjadi pada Jumat pagi, 19 November 2021. NASA dan federal teratas laboratorium nuklir di Amerika mengeluarkan panggilan terbuka untuk mengajukan proposal Jumat malam untuk sistem tenaga fisi. NASA dan Departemen Energi AS bekerja sama untuk menciptakan sumber tenaga yang tidak bergantung pada matahari untuk misi ke Bulan pada akhir dekade ini. (Foto AP/Charlie Riedel)
melalui Associated Press

BOISE, Idaho (AP) — Jika ada yang punya ide bagus tentang bagaimana menempatkan pembangkit listrik fisi nuklir di bulan, pemerintah AS ingin mendengarnya.

NASA dan laboratorium penelitian nuklir federal AS pada hari Jumat mengajukan permintaan proposal untuk sistem tenaga permukaan fisi.

NASA bekerja sama dengan Laboratorium Nasional Idaho Departemen Energi AS untuk membangun sumber daya yang tidak bergantung pada matahari untuk misi ke bulan pada akhir dekade ini.

“Menyediakan sistem daya tinggi yang andal di bulan adalah langkah vital berikutnya dalam eksplorasi ruang angkasa manusia, dan mencapainya ada dalam genggaman kami,” Sebastian Corbisiero, pimpinan Proyek Tenaga Permukaan Fission di lab, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Mars akan menjadi target berikutnya jika memungkinkan untuk mempertahankan kehadiran manusia di Bulan. NASA percaya bahwa kekuatan permukaan fisi Mars dapat memberikan banyak dan kekuatan berkelanjutan, terlepas dari kondisi lingkungan.

“Saya berharap sistem tenaga permukaan fisi akan sangat bermanfaat bagi rencana kami untuk arsitektur daya untuk bulan dan Mars dan bahkan mendorong inovasi untuk digunakan di Bumi,” Jim Reuter, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Itu akan dibangun di Bumi, dan dikirim ke Bulan.

Rencana sistem energi permukaan fisi yang diajukan harus berisi reaktor nuklir inti berbahan bakar uranium, proses untuk mengubah tenaga nuklir menjadi energi yang berguna, manajemen termal untuk mempertahankan reaktor pada suhu konstan, dan jaringan distribusi yang menyediakan tidak kurang dari 40 kilowatt. tenaga listrik terus menerus selama 10 tahun di atmosfer bulan.

Ia juga harus mampu dan mau menyala sendiri tanpa bantuan, beroperasi dari platform pendaratan bulan, dan dapat diambil dari pendaratnya untuk dijalankan di komputer seluler dan diangkut ke lokasi bulan lain untuk operasi.

Selain itu, ketika diluncurkan dari Bumi ke bulan, ia harus muat di dalam silinder berdiameter 12 kaki (4 meter) yang panjangnya 18 kaki (6 meter). Berat maksimum roket harus 13.200 pon (6.600 kilogram).

Permintaan proposal harus diajukan paling lambat 19 Februari untuk menerima desain awal.

Sebelumnya, NASA telah bekerja sama dengan Idaho National Laboratory dalam beberapa proyek. Baru-baru ini, laboratorium tersebut membantu memberi daya pada penjelajah Mars NASA Perseverance dengan sistem tenaga radioisotop, yang mengubah panas yang dihasilkan oleh peluruhan alami plutonium-238 menjadi tenaga listrik.

Mars didaratkan oleh Rover berukuran mobil pada bulan Februari. Ia aktif sejak saat itu.

Selain bekerja sama dengan swasta, Departemen Energi juga telah menggarap beberapa rencana pembangkit listrik tenaga nuklir. Diantaranya adalah pembangkit listrik skala kecil generasi baru. Mulai dari reaktor kecil modular hingga reaktor kecil bergerak.

Sumber: HuffPost.com.

Bagikan Komentar Anda Di Bawah

Postingan NASA Menjelajahi Ide untuk Reaktor Nuklir di Bulan muncul pertama kali di Breaking News.



Source: https://gt-ride.com/nasa-explores-ideas-for-a-nuclear-reactor-on-the-moon/

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments